+6281216100200 info@undukangarden.com

Hidup Selaras dengan alam

Sustainable Living

Hidup selaras dengan alam, hidup berkelanjutan kerap kali menjadi problem yang sulit bagi masyarakat kota. Konsep sustainable living secara luas diartikan sebagai konsep menjalani kehidupan dengan menjaga ekosistem demi terjaganya sumber daya alam untuk generasi selanjutnya. Konsep tersebut dirasa sulit bagi masyarakat kota yang telah banyak terjebak dengan kemudahan teknologi dan semakin sedikitnya ruang hijau sehingga timbul budaya konsumtif tanpa memikirkan kehidupan generasi selanjutnya.

Hidup berkelanjutan sebenarnya bisa dilakukan oleh berbagai kalangan baik  yang tinggal di kota maupun di desa. Semua bisa dimulai dari diri sendiri dan memahami beberapa hal penting, diantaranya :

1. Positif karbon

Sustainable living bisa dijalankan ketika kita menjalani kehidupan positif karbon. Ada banyak sekali kegiatan sehari – hari yang kita jalani yang meninggalkan jejak karbon yang cukup besar. Misalnya, minuman boba atau kopi yang setiap hari kita beli, kendaraan pribadi yang kita miliki, ac dan lampu yang terus menyala sepanjang hari.

Hal – hal tersebut bisa kita hentikan ketika tidak benar – benar kita butuhkan. Misalnya mengurangi membeli makanan atau minuman siap saji, menggunakan transportasi umum yang memuat lebih banyak orang dan menghemat air dan listrik.

Kamu juga dapat menyisakan waktu untuk membayar jejak karbon yang telah kamu buat dengan ikut donasi aktivitas reforestasi atau menanam pohon sendiri di rumahmu. Kita bisa segera menghitung seberapa banyak jejak karbon yang kita hasilkan lalu menjadikannya bahan evaluasi untuk mulai meninggalkan kegiatan atau aktivitas yang tidak benar – benar kita butuhkan dan melihat bagaimana dampak aktivitas tersebut untuk kehidupan kita dan alam.

2. Sadar akan apa yang kita kerjakan

Menjalani hidup secara sadar berarti mengambil dan melakukan yang kita butuhkan. Sehingga jejak karbon pada kehidupan kita juga akan berkurang. Kita bisa mulai dengan lebih teliti dalam membeli sesuatu yang baru. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Membeli karna butuh bukan karna ingin. Kita bisa meningkatkan masa guna suatu barang sebelum berakhir menjadi sampah.

3. Merawat kearifan lokal

Sebagai masyarakat indonesia kita hidup bersama kebudayaan yang beranekaragam. Kearifan lokal dari budaya – budaya kita pada saat ini lambat laun semakin ditinggalkan terutama bagi masyarakat perkotaan karna dirasa kolot. Padahal jika kita teliti lagi, banyak kearifan lokal yang menyelipkan pesan merawat lingkungan. Misalnya kue yang dibungkus daun pisang, rantang untuk wadah makanan ketika berpergian atau sekolah, sampah organik yang dibuang di perkarangan rumah yang menjadikannya terurai dengan cepat di tanah.

Hal ini membuat budaya indonesia mengajarkan kita untuk selaras dengan alam dan jarang sekali menggunakan komponen plastik sekali pakai sehingga budaya ini juga mengajarkan gaya hidup minim sampah.

Sustainable living merupakan gaya hidup yang sangat gampang kita lakukan dengan kunci utama diri sendiri memahami konsep pentingnya yaitu meminimkan jejak karbon, membeli yang seperlunya, lebih banyak menanam serta kembali melakukan kearifan lokal yang sudah diajarkan orang tua kita.

Sustainable Living : menghadirkan lebih banyak lahan hijau di perkotaan

Selain mengenai konsep dasar hidup berkelanjutan, saya ingin sedikit membahas tentang lahan hijau yang semakin jarang kita temui di perkotaan. Saat ini landscpe kota menjadi semakin konkrit, hal itu menjadikan semakin sedikit lahan hijau di kehidupan perkotaan. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas hidup dan persepsi kita pada lingkungan.

Persepsi tersebut nampaknya akan bisa di gagalkan jika masyarakat kota lebih bersedia berbagi tempat untuk merancang ruang hijau di sekelilingnya, bukan hanya taman kota atau taman kompleks. Ruang hijau ini juga hadir di setiap rumah sebagai penunjang hidup berkelanjutan yang bisa kita lakukan.

Kita dapat membuat ruang bagi alam di sekitar rumah kita, sisihkan sedikit lahan kosong atau jika terpaksa gunakan tidak ada lahan gunakan konsep vertical garden dan hidroponik. Lahan hijau ini akan menjadi tempat saling menguntungkan bagi ekosistem alami dan orang – orang yang menghuninya.

Baca Juga : Kawasan Hutan Mangrove dan Kita Berhutang?

Membuat taman adalah usaha agar diri kita dapat hidup berdampingan dengan ekosistem agar tercipta keseimbangan yang lebih sehat. Untuk hidup berkelanjutan di lingkungan perkotaan perlu membuat taman sebagai paradigma baru pembangunan berkelanjutan di masa depan untuk bisa hidup selaras dengan alam dan merevitalisasi berkurangnya keanekaragaman flora serta fauna yang ada di lingkungan perkotaan.

Untuk menciptakan taman sebagai ruang hijau di perkotaan, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Seperti sistem pembuatan kompos alami, pola dan jenis tanaman yang ditanaman bersama dengan prinsip saling menguntungkan antar tanaman dan komponen lain dalam ekosistem, sistem pengairan otomatis yang tidak boros dan menghemat energi, serta opsi energi bersih dan terbarukan seperti panel surya. Faktor ini didorong dari konsep permaculture yang memperhatikan keberlanjutan lahan. Konsep ini bekerja dari sistem alami dan ditunjang teknologi untuk menciptakan ekosistem.

Jadi dapat kita tarik kesimpulan, sebagai masyarakat perkotaan yang menginginkan sustainable living merupakan hal yang tidak sulit dilakukan. selain dimulai dari diri sendiri, memberikan lahan hijau dan hidup berdampingan bersama dengan alam merupakan langkah kongkrit. Jejak karbon yang kita ciptakan harus segera kita bayar dengan usaha yang setimpal.

Kontributor | Lila Puspitaningrum