+6281216100200 info@undukangarden.com
Tanaman Untuk Penyaring Udara Rumah

Tanaman Untuk Penyaring Udara Rumah

tanaman untuk penyaring udara rumah

Rumah sebagaimana tempat yang paling sering kita diami haruslah layaknya memiliki lingkungan yang bersih, dari segi air sampai udara sekalipun, tanaman murah untuk penyaring udara rumah sangatlah penting. Tapi jika anda tinggal di daerah yang rawan akan polusi udara yang di hasilkan oleh padatnya kendaraan lalu lintas tentu akan berefek pada pencemaran udara di rumah yang anda tinggali juga. Lalu bagaimana cara mengurangi pencemaran udara tepatnya di lingkungan rumah?

Penyaring udara alami cenderung tidak menguras kantong. Penyaring alami yang di maksud adalah tanaman. Di satu sisi mampu menghias lingkungan juga mampus mengurangi polusi udara pun bertambahnya kadar CO2 akan ikut bertambah menambah kesejukan dan berperan menambah peran pola Hidup Sehat anda.

Disini saya merangkum 5 tanaman penyaring udara dengan harga ekonomis dan yang penting tidak menguras kantong dengan dalam, berikut adalah tanaman murah untuk penyaring udara rumah.

1. Lidah Mertua.

Tentu anda tidak begitu asing dengan Tanaman Lidah Mertua atau Sanseviere, hampir sebagian besar Rumah memiliki tanaman ini. Mampu hidup dalam dengan sedikit air dan minimnya cahaya matahari adalah keunggulan utama dari tanaman ini. Anda tidak perlu sering-sering untung menyiraminya, mampu hidup dengan minim cahaya menjadi alasan kenapa tanaman ini cocok untuk  dijadikan tanaman Indor. Memiliki ciri-ciri daun yang keras, berdiri tegak dengan ujung daun yang meruncing.

Tidak hanya mampu menyerap udara yang kotor berupa bau yang tak sedap dari kulkas salah satunya. Tapi juga mampu mengurangi Radiasi yang ditimbulkan dari peralatan elektronik di rumah anda. Begitu lengkap bukan untuk sekedar sebuah tanaman? Khasiat lainnya meredam sakit kepala dengan membakar daunnya sampai membuat rambut anda berkilau dengan memfaatkan akarnya.

Lalu untuk harga berkisaran dari Rp. 7.000 sampai Rp. 15.000 saja anda sudah bisa menanamnya di Rumah.

2. Andong atau Hanjuang.

Termasuk dalam keluarga Asparagaceae, memiliki nama ilmiah Cordyline fruticosa berasal dari Austronesia (Asia Tenggara dan Osenia).  Ciri-ciri umum tanaman Andong  ialah perdu yang bercabang, mampu tumbuh tinggi 2-4m atau bahkan lebih. Memiliki tangkan daun yang menyerupai talang dan ujung daun runcing berwarna Hijau, Merah atau Lorek.  Tanaman ini sering di pergunakan sebagai tanaman pembatas, entah itu pada pekarangan, ladang sampai Perkebunan di Indonesia.

Tanaman ini cenderung juga bermanfaat sebagai obat alami. Karena banyak riset menunjukan Andong mampu menyejukan darah, mencegah keguguran batuk darah dan masih banyak lainnya. Ini juga kenapa Tanaman ini sangat banyak di tanam oleh orang selain fungsi medis tersebut dan juga mengurangi polusi udara tentunya.
Untuk harga sendiri berkisar antara Rp. 5.000 sampai Rp. 10.000 untuk Andong Hijau.
Sedangkan untuk Andong Merah berkisar Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000.

Baca Semua Tips Menarik Lainnya : Disini

3. Pakis Boston

Tanaman Pakis Boston bisa tumbuh secara liar di sekitar anda, dalam daftar ini mungkin ternilai gratis jika anda mampu mencari di sekitar dan menanamnya secara sendiri. Pakis Pedang atau Pakis Boston masuk dalam keluarga Tumbuhan Paku. Keunggulan utama tanaman ini adalah mampu beradaptasi cepat membuatnya menjadi tanaman yang tangguh dan awet jika di pelihara. Memiliki ciri daun yang menyerupai sirip dengan pola yang padat, menjuntai keluar.

Khasiat tanaman ini cukup banyak dan yang paling menonjol adalah menyaring udara kotor yang beracun dari sekitar lingkungan. Maka dari itu Tanaman ini sangat sering di jumpai di teras Rumah.
Kisaran harga tanaman ini berharga 10.000 sampai 25.000.

4. Lidah buaya.

Lidah buaya atau Aloe Vera adalah tanaman daun berdaging tebal yang masuk dalam genus Aloe.  Ciri umum yang paling mudah di jumpai yaitu pinggir daunnya berbentuk serrata (seperti gergaji) lalu daunnya berdaging tebal dan berwarna hijau.

Lidah buaya sering di gunakan untuk perawatan kencantikan bahkan sampai mempercepat penyembuhan luka. Bagian gel yang berada dalam daunnya lah yang di Gunakan sebagai bahan Utama. Maka jangan heran jika banyak produk kecantikan banyak yang menggunakan gel dari daun lidah buaya sebagai bahan utama maupun sebagai bahan campuran.

Sedangkan untuk fungsi penyaring udara. Lidah buaya mampu menyerap Benzena, dan berbagai bahan kimia ringan yang berterbangan di lingkungan tanaman Lidah buaya itu sendiri. Cukup lengkap bukan? Selain berguna untuk merawat tubuh secara fisik tapi juga mampu menjadi alat murah meriah penyaring udara.
Kisaran harga Lidah buaya berkisar 10.000 sampai 20.000.

5. Sirih Gading.

Sirih gading atau Epipremnum aureum adalah tipe tanaman merambat semi-epfit. Ciri yang paling umum tanaman ini adalah daun lebar berwarna belang kuning cerah hingga pucat. Tanaman ini cenderung tumbuh secara cepat tanpa perawatan istimewa, dan soal pembibitan pun tidak perlu susah susah. Anda cukup memotong batang merambat yang sudah di memiliki akar, tinggal memindahkan ke media tanam baru.

Tanaman ini sering di jumpai pada teras rumah atau di halaman rumah dan merambat dengan cepat, jadi jangan heran jika tanaman ini cukup murah dan efesien sebagai penyaring udara di teras anda.
Kisaran harga tanaman ini berkisar 5.000 sampai 15.000

Sekian tentang tanaman murah penyaring Udara, selain menjadikan penyaring alami dari udara kotor, tapi juga mampu menjadi penghias kebun, teras bahkan ruangan dalam rumah anda. Jadi, tidak harus mengeluarkan modal banyak bukan untuk sekedar membuat rumah anda bersih dari udara yang kotor?

Kontributor | Adi Candra

   

Ini Cara Termudah Turut Merawat Bumi

Ini Cara Termudah Turut Merawat Bumi

ini cara termudah turut merawat bumi

Ini Cara Termudah Turut Merawat Bumi.
Bumi bukan hanya tempat berpijak manusia, melainkan juga planet yang hidup dan turut menjaga keseimbangan alam semesta. Akhir-akhir ini di beberapa media beredar mengenai tajuk “Lekaslah membaik bumiku” yang menjadi begitu viral. Beberapa bulan ini “bumi sedang mengalami pemulihan” yang begitu nyata terlihat. Mulai dari tingkat menurunnya potensi bencana, udara yang lebih segar, laut yang tenang, bumi yang hijau mendamaikan.

Akan tetapi, itu semua akan sia-sia belaka atau bahkan menjadi semakin memburuk ketika pandemi ini usai, jika manusia yang menapaki bumi berulah semakin menjadi-jadi mengikuti nafsu memperburuk keadaan bumi. Tentu saja banyak dari kita yang tidak merasa dan bersikap biasa saja terhadap apa-apa yang menyakiti bumi, karena bumi tidak pernah berteriak lantang untuk membuat kita sadar. Apa maksudnya?

Sekarang saya akan bertanya kepada diri sendiri, dalam sehari seberapa jauh jarak yang ditempuh menggunakan motor atau mobil? Seberapa sering saya bersedia jalan kaki atau bersepeda cukup jauh? Berapa banyak makanan/minuman berbahan plastik yang saya konsumsi? Belum juga sampah rumah tangga yang setiap harinya tidak pernah alpa. Meskipun tentu saja keberadaan pabrik-pabrik non-renewable energy turut mengakibatkan semakin krisis iklim.

Ini Cara Termudah Turut Merawat Bumi

Polusi, limbah dan sampah milyaran manusia setiap harinya tentu membuat bumi kita begitu jengah bukan? Untuk itu, mari kita bersama-sama menghargai jerih payah bumi memulihkan diri dengan memperbaiki pola kegiatan keseharian kita, mengurangi penggunaan bbm, menghemat listrik, hemat kertas, meminimalisir penggunaan kantong plastik, dsb. “Kalau bumi tak henti-hentinya berusaha sehat, maka manusia pun pastilah mampu.”

Baca Juga : Hidup Berkelanjutan dan Selaras dengan Alam

Baca Juga : Investasi Masa Depan Untuk Bumi

Udara yang sejuk di pagi hari tentu mampu menjernihkan pikiran. Disisi lain, bayangkan jika tiap-tiap dari kita punyai beberapa tumbuhan di rumahnya baik itu berupa bunga, tanaman obat, taman ataupun pohon-pohon yang berbuah, tentu banyak untungnya. Dengan berkontribusi kepada bumi dimulai dari diri sendiri, keluarga sendiri, wilayah sendiri juga kota sendiri, masyarakat perlahan-lahan akan sampai pada kesadaran global akan pentingnya merawat lingkungan.

Sampai disini, saya rasa netizen yang cerdas akan cepat tanggap menangkap apa tujuan tulisan ini. Karena, menanam tumbuhan itu mudah dan murah. Tinggal menyesuaikan media dan jenis bibit apa yang cocok, bisa juga ambil dari bahan dapur dirumah dan hidroponik akan jadi favorit saya. Apapun pilihan kalian, tidak akan ada yang begitu sulit. Jangan lupa bertekad diiringi niat dan semangat baik. Selamat Menanam dan Salam Lestari!

Kontributor | Dewi Ailam

 

Investasi Masa Depan Untuk Bumi

Investasi Masa Depan Untuk Bumi

investasi masa depan untuk bumi

Investasi masa depan untuk bumi

Lingkungan hidup adalah hal yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Membantu melestarikannya merupakan suatu kewajiban bagi kita, sebenarnya. Sayangnya, sebagian besar dari manusia belum atau abai akan hal ini dan hanya memikirkan diri mereka sendiri hanya untuk mendapatkan keuntungan besar dari hasil kekayaan alam tanpa sibuk memikirkan dampak bagi lingkungan.

Untuk mengurangi ketidakpedulian tersebut, kita harus berusaha menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Jika dilihat dan dibayangkan saja akan terlihat sulit karena apa? Anak-anak jaman sekarang lebih memilih gadjet daripada bersatu dengan alam. Di samping itu butuh kesabaran ekstra agar membuat mereka merasa diperhatikan dan membuat mereka paham dengan yang kita ajarkan. Namun, apabila nilai-nilai kepedulian telah tertanam dengan baik. Kedepannya mereka mampu menjaga lingkungan dengan baik karena anak adalah investasi masa depan, untuk kita dan tanah air tercinta.

Beberapa contoh sederhana yang dapat yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan hidup, diantaramya sebagai berikut:

1. Menjadi teladan yang baik bagi anak

Kenapa harus demikian? karena anak-anak  cenderung akan mudah menagkap prilaku orang-orang yang ada di dekat mereka terlebih jika mereka masih balita. Dengan memberikan contoh yang baik tentang prilaku untuk menjaga lingkungan, mereka akan dengan mudah meniru prilaku tersebut. Namun, sebagai orang tua harus tetap memberikan pengawasan serta arahan supaya prilaku mereka dapat berjalan sesuai yang kita inginkan.

2. Mengajarkan anak untuk berkebun

Apabila Anda memiliki taman di rumah, berkebun merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Melalui berkebun, kita dapat mengajarkan mereka apa itu tanggung jawab dan kedisiplinan?. Karena dalam berkebun tidak hanya menanam saja kemudian tidak dirawat, itu sia-sia belaka. Di sini anak diajarkan mengenai banyak hal, merawat tanaman yang mereka tanam, dari mengurus tanah tempat menanam, memberikan pupuk, menyirami tanaman setiap hari. Kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian anak terhadap tanaman beserta lingkungan di sekitarnya, untuk investasi masa depan untuk bumi.

3. Mengajarkan anak untuk menghemat air dan listrik

Berlebih-lebihan dalam segala hal itu tidak baik. Misalnya, mengajarkan kepada anak agar tidak membuang-buang air, mematikan barang elektronik yang tidak digunakan, mematikan lampu yang menyala di pagi atau siang hari, dll.

Hemat dalam menggunakan air dapat menyelamatkan kehidupan di Bumi. Air menutupi 70% permukaan bumi. Namun 97% berada di lautan dan 2,5% beku, terkunci di kutub utara, kutub selatan dan glaciers, sehingga tidak dapat dikonsumsi. Dengan demikian di bumi hanya ada 0,5% air tawar untuk memenuhi ekosistem yang ada di bumi dan kebutuhan manusia termasuk untuk kegiatan pertanian, industry, dan rumah tangga (WBCSD,2005; Chiras, 2009).

Baca Juga : Hidup Selaras Dengan Alam

Kemudian terdapat sebuah penelitian yang dilakukan di Jurnal Environmental Science and Technology dari Universitas of Wisconsin-Madison menjelaskan bahwa, menghemat energi juga dapat menyelamatkan nyawa bahkan mengurangi lebih banyak biaya untuk mengurangi efek kesehatan yang merugikan disebabkan oleh polusi udara.

4. Mengajak anak bermain di Alam

Dengan bermain di Alam, kita akan lebih mudah dalam memberikan gambaran-gambaran mengenai lingkungan yang harus kita jaga keberadaanya. Kita harus mengedukasi mereka agar tidak semena-mena terhadap Alam untuk menjaga lingkungan hidup mereka sendiri, misalya dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengolah sampah agar dapat dimanfaatkan, tidak asal mencabut tanaman liar, tidak mengotori apalagi merusak lingkungan, dsb.

5. Memberikan barang-barang dan tanaman kepada mereka yang lebih butuh

Apabila kita memiliki barang-barang yang tidak dibutuhkan, seperti pakaian atau memiliki tanaman yang cukup banyak, sebaiknya kita mengajak anak untuk menyumbangkannya kepada panti asuhan atau badan-badan yang membutuhkan barang-barang dan tanaman tersebut. dengan berbagi, anak-anak akan lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya dan lebih meghargai apa yang mereka miliki.

Beberapa hal di atas merupakan cara menumbuhkan cinta terhadap lingkungan pada anak-anak sejak usia dini. Sebagai orang tua kita harus berusaha menjadi teladan yang baik untuk mereka. Dengan cara seperti apa? Selalu mengawasi dan memberikan arahan untuk anak agar mereka lebih peduli dengan lingkungan. Terimakasih atas kesempatannya, semoga bermanfaat.

Cara Menanan Tanpa Media Tanah Dan Lahan Luas

Cara Menanan Tanpa Media Tanah Dan Lahan Luas

Cara menanam tanpa lahan luas, banyak yang menilai bahwa bercocok tanam adalah hal yang membosankan, kegiatan tersebut merupakan hobi para lansia dan tidak cocok dilakukan untuk kawula muda. Padahal bercocok tanam memiliki banyak manfaat baik segi kesehatan fisik, kesehatan mental, dan tentunya murah serta mudah.

Menurut Tim Lang, PhD Profesor Kebijakan Pangan di City University London, mengatakan bahwa melakukan kontak langsung dengan hewan, tumbuhan, dan alam dapat meningkatkan kesehatan fisik serta kesejahteraan mental seseorang.

Hanya bermodalkan video kreatif seperti; youtube, twitter, atau platform media lainnya kita dapat menumbuhkan kembali biji alpukat, cabai, bawang bombai, dan sisa sayuran dari masakan sehari-hari. Sama seperti yang kita telah lakukan saat pelajaran IPA sewaktu sekokah dasar yaitu menumbuhkan kacang hijau sehingga menjadi kecambah dengan media gelas bekas minuman kemasan dengan kapas yang telah diberi air didalamnya.

Baca juga : Cara Membuat Taman Sederhana di Rumah

Caranya mudah saja, mari simak tata cara menanam tanpa lahan luas ataupun tanah yang melimpah.

1. Siapkan tanaman apa yang akan anda tumbuhkan kembali. Ambil contoh buah alpukat.

2. Siapkan media untuk menumbuhkan bakal tunas. Media ini dapat menggunakan media botol bekas, plastik sisa detergen, sabun cuci piring, apapun yang berbahan dasar plastik. Ataupun media yang bersifat lembab seperti sponge yg telah dibasahi, kapas, kain serbet/perca. (kali ini menggunakan botol bekas berukuran sedang yang yelah dibagi menjadi 2)

3. Tusuk biji alpukat menggunakan tusuk gigi di 4 sisi sehingga buah alpukat dapat berada di tengah-tengah lobang botol tersebut.

cara menanam tanpa tanah

4. Botol yg telah dipotong menjadi dua di bagian atas(yang ada tutup botolnya) kita gabungkan dengan botol bagian bawah dengan posisi terbalik, sehingga sama rata di permukaannya

5. Letakkan biji buah alpukat tersebut di permukaan botol yang telah digabungkan.

6. Isi dengan air hingga biji buah alpukat setengah tercelup.

7. Tunggu sekitar 2 minggu lalu akan muncul akar dan dilanjutkan tunas.

cara bercocok tanam

8. Jika dirasa biji buah alpukat telah tumbuh tunas dan sudah mulai meninggi dapat dipindahkan ke pot atau polybag.

Namun tidak semua jenis biji atau tanaman dapat tumbuh menggunakan air saja. Namun, sedikit diperlukannya tanah untuk membantu proses pertumbuhan. Seperti sayuran pokcoy, sawi putih, sledri dan masih banyak lagi. Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama untuk kaum urban yang sangat minim akan lahan bercocok tanam. Selain itu kegiatan ini sangat mudah dan murah, itulah sedikit ilmu cara menanam tanpa lahan luas dan minim tanah. Selamat mencoba dirumah, semog bermanfaat.

Kontributor | Niyang Rizky Sukowati

Hidup Berkelanjutan dan Selaras Dengan Alam

Hidup Berkelanjutan dan Selaras Dengan Alam

Hidup Selaras dengan alam

Sustainable Living

Hidup selaras dengan alam, hidup berkelanjutan kerap kali menjadi problem yang sulit bagi masyarakat kota. Konsep sustainable living secara luas diartikan sebagai konsep menjalani kehidupan dengan menjaga ekosistem demi terjaganya sumber daya alam untuk generasi selanjutnya. Konsep tersebut dirasa sulit bagi masyarakat kota yang telah banyak terjebak dengan kemudahan teknologi dan semakin sedikitnya ruang hijau sehingga timbul budaya konsumtif tanpa memikirkan kehidupan generasi selanjutnya.

Hidup berkelanjutan sebenarnya bisa dilakukan oleh berbagai kalangan baik  yang tinggal di kota maupun di desa. Semua bisa dimulai dari diri sendiri dan memahami beberapa hal penting, diantaranya :

1. Positif karbon

Sustainable living bisa dijalankan ketika kita menjalani kehidupan positif karbon. Ada banyak sekali kegiatan sehari – hari yang kita jalani yang meninggalkan jejak karbon yang cukup besar. Misalnya, minuman boba atau kopi yang setiap hari kita beli, kendaraan pribadi yang kita miliki, ac dan lampu yang terus menyala sepanjang hari.

Hal – hal tersebut bisa kita hentikan ketika tidak benar – benar kita butuhkan. Misalnya mengurangi membeli makanan atau minuman siap saji, menggunakan transportasi umum yang memuat lebih banyak orang dan menghemat air dan listrik.

Kamu juga dapat menyisakan waktu untuk membayar jejak karbon yang telah kamu buat dengan ikut donasi aktivitas reforestasi atau menanam pohon sendiri di rumahmu. Kita bisa segera menghitung seberapa banyak jejak karbon yang kita hasilkan lalu menjadikannya bahan evaluasi untuk mulai meninggalkan kegiatan atau aktivitas yang tidak benar – benar kita butuhkan dan melihat bagaimana dampak aktivitas tersebut untuk kehidupan kita dan alam.

2. Sadar akan apa yang kita kerjakan

Menjalani hidup secara sadar berarti mengambil dan melakukan yang kita butuhkan. Sehingga jejak karbon pada kehidupan kita juga akan berkurang. Kita bisa mulai dengan lebih teliti dalam membeli sesuatu yang baru. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Membeli karna butuh bukan karna ingin. Kita bisa meningkatkan masa guna suatu barang sebelum berakhir menjadi sampah.

3. Merawat kearifan lokal

Sebagai masyarakat indonesia kita hidup bersama kebudayaan yang beranekaragam. Kearifan lokal dari budaya – budaya kita pada saat ini lambat laun semakin ditinggalkan terutama bagi masyarakat perkotaan karna dirasa kolot. Padahal jika kita teliti lagi, banyak kearifan lokal yang menyelipkan pesan merawat lingkungan. Misalnya kue yang dibungkus daun pisang, rantang untuk wadah makanan ketika berpergian atau sekolah, sampah organik yang dibuang di perkarangan rumah yang menjadikannya terurai dengan cepat di tanah.

Hal ini membuat budaya indonesia mengajarkan kita untuk selaras dengan alam dan jarang sekali menggunakan komponen plastik sekali pakai sehingga budaya ini juga mengajarkan gaya hidup minim sampah.

Sustainable living merupakan gaya hidup yang sangat gampang kita lakukan dengan kunci utama diri sendiri memahami konsep pentingnya yaitu meminimkan jejak karbon, membeli yang seperlunya, lebih banyak menanam serta kembali melakukan kearifan lokal yang sudah diajarkan orang tua kita.

Sustainable Living : menghadirkan lebih banyak lahan hijau di perkotaan

Selain mengenai konsep dasar hidup berkelanjutan, saya ingin sedikit membahas tentang lahan hijau yang semakin jarang kita temui di perkotaan. Saat ini landscpe kota menjadi semakin konkrit, hal itu menjadikan semakin sedikit lahan hijau di kehidupan perkotaan. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas hidup dan persepsi kita pada lingkungan.

Persepsi tersebut nampaknya akan bisa di gagalkan jika masyarakat kota lebih bersedia berbagi tempat untuk merancang ruang hijau di sekelilingnya, bukan hanya taman kota atau taman kompleks. Ruang hijau ini juga hadir di setiap rumah sebagai penunjang hidup berkelanjutan yang bisa kita lakukan.

Kita dapat membuat ruang bagi alam di sekitar rumah kita, sisihkan sedikit lahan kosong atau jika terpaksa gunakan tidak ada lahan gunakan konsep vertical garden dan hidroponik. Lahan hijau ini akan menjadi tempat saling menguntungkan bagi ekosistem alami dan orang – orang yang menghuninya.

Baca Juga : Kawasan Hutan Mangrove dan Kita Berhutang?

Membuat taman adalah usaha agar diri kita dapat hidup berdampingan dengan ekosistem agar tercipta keseimbangan yang lebih sehat. Untuk hidup berkelanjutan di lingkungan perkotaan perlu membuat taman sebagai paradigma baru pembangunan berkelanjutan di masa depan untuk bisa hidup selaras dengan alam dan merevitalisasi berkurangnya keanekaragaman flora serta fauna yang ada di lingkungan perkotaan.

Untuk menciptakan taman sebagai ruang hijau di perkotaan, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Seperti sistem pembuatan kompos alami, pola dan jenis tanaman yang ditanaman bersama dengan prinsip saling menguntungkan antar tanaman dan komponen lain dalam ekosistem, sistem pengairan otomatis yang tidak boros dan menghemat energi, serta opsi energi bersih dan terbarukan seperti panel surya. Faktor ini didorong dari konsep permaculture yang memperhatikan keberlanjutan lahan. Konsep ini bekerja dari sistem alami dan ditunjang teknologi untuk menciptakan ekosistem.

Jadi dapat kita tarik kesimpulan, sebagai masyarakat perkotaan yang menginginkan sustainable living merupakan hal yang tidak sulit dilakukan. selain dimulai dari diri sendiri, memberikan lahan hijau dan hidup berdampingan bersama dengan alam merupakan langkah kongkrit. Jejak karbon yang kita ciptakan harus segera kita bayar dengan usaha yang setimpal.

Kontributor | Lila Puspitaningrum

 

Kawasan Hutan Mangrove dan Kita Berhutang?

Kawasan Hutan Mangrove dan Kita Berhutang?

Kawasan Hutan Mangrove dan Bagaimana Kita Berutang Kepadanya

Tanaman Mangrove Tumbuh di perairan payau. Seperti pesisir pantai sampai pada pesisir muara sungai. Kehidupannya sendiri dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut, kawasan hutan mangrove terbentuk biasanya di tempat dimana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Yang dimana air melambat dan mengendapkan lumpur yang terbawa dari hulu sungai.

Sedangkan untuk tanaman mangrove sendiri terdiri dari berbagai macam, dari Jenis Avicennia lanata sampai pada Acrostichum aureum. Semua memiliki garis persamaan yang sama yaitu meliki akar yang kuat untuk menahan gelombang pesisir.

Untuk persebaran kawasan mangrove terbesar di Indonesia berada pada sisi barat dan timur pulau Sumatera, beberapa titik di pulau Jawa, sepanjang pesisir pulau Kalimantan, sepanjang pesisir pulau Sulawesi, bagian barat pulau Papua sampai pada Bali dan Nusa Tenggara.

Fungsi Mangrove Secara Umum

Menyebut Indonesia dengan salah satu penyumbang ekosistem mangrove terbesar di dunia tidak berlebihan rasanya. Mengingat dari jumlah total mangrove Dunia seluas 16.530.000 Ha, 23% diantaranya berasal dari Indonesia yang seluas 3.489.140,68 Ha. Lalu kita saling bertanya seberapa penting fungsi mangrove dan mengapa kita harus mampu menjaganya? Sebelum mengurai pertanyaan tersebut mari kita melihat sekilas kondisi mangrove di Indonesia.

Dari jumlah total mangrove yang ada di bangsa kita 1.817.999,93 Ha rusak. Data ini sendiri dirilis oleh Direktur Bina Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial, dirilis di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada 2017 lalu. Jika menilai dari data tersebut bisa di pastikan bahwa hampir sebagaian besar ekosistem mangrove harus di lakukan pemberdayaan ulang guna mengembalikan fungsi mangrove itu sendiri. Lalu mari kita bahas pertanyaan tadi dengan jawaban yang sederhana untuk dipahami dan dipelajari guna mendapatkan pemahaman yang baik perihal penting atau tidaknya kita menjaga ekosistem mangrove di Bumi Pertiwi ini.

1. Melindungi dataran dari abrasi

Pada ungkapan sederhana abrasi bisa dikatakan pengikisan dataran pantai oleh gelombang laut secara terus menerus sama seperti erosi hanya perbedaan tempat dimana pengikisan itu terjadi. Pun berdasarkan artikel dari kumparan mencatat bahwa 30.000 Ha bibir pantai karena abrasi. Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi daerah yang terdampak paling parah untuk hal ini.

Lalu mengapa mangrove mampu menahan gelombang air laut dan dikatakan dapat mencegah abrasi itu sendiri? Akar mangrove sendiri memiliki akar yang kuat yang mampu menopang agar tetap berdiri kokoh dan mampu untuk menahan dentuman ombak. mangrove sendiri cukup unik, tidak banyak pepohon yang mampu untuk tumbuh di dataran berair asin maupun payau. Sekalipun ada tapi tidak cukup mampu untuk tetap menancapkan akarnya pada lumpur ataupun tanah yang menjadi pijakan untuk ia berakar.

Itulah mengapa kawasan pesisir yang tidak memiliki ekosistem hutan mangrove tergolong rawan untuk tidak di tinggali. Beberapa alasan tentu adalah memiliki persentase abrasi yang lebih tinggi, kesulitan mendapatkankan air bersih dan masih banyak lainnya

2. Sebagai habitat binatang maupun berbagai macam ikan

Ada banyak sekali binatang dan Ikan atupun Krustasea yang mendiami kawasan Bakau sebagai tempat tinggal maupun mencari makan. Yang paling kalian kenal mungkin adalah Kepiting bakau atau bahasa latinnya Scylla Serrata. Kepiting Bakau pun menjadi nilai ekonomis tinggi. Bukan sekedar isu, sejak periode 1950-1968 hingga periode 1968-2014 mengalami peningkatan drastis akan komoditas kepiting Bakau ini menurut Food and Agriculture Organization atau FAO pada 2018 lalu. Maka tidak heran mulai banyak kelompok pemberdaya mulai fokus untuk melakukan bibitkan kepiting ini.

Bukan hanya kepiting bakau saja yang mendiami kawasan mangrove. Ada lagi Udang Pistol, ikan Glodok, Kepiting Laga sampai Kucing Mangrove. Tapi perlu kita garis bawahi juga, bilamana kawasan ekosistem yang dihuni oleh berbagai macam fauna rusak maka fauna itu sendiri akan mengalami penurunan jumlah bahkan bisa hilang untuk kawasan tersebut. Sebut saja Kucing Bakau atau Prionailurus Viverrinus adalah salah satu fauna yang mengalami kerugian drastis akan adanya kerusakan kawasan hutan mangrove. Menurut Encyclopedia of Life Kucing Ini berstatus terancam menurun.

3. Berperan terhadapan pembentukan pulau baru dan penyaring alami

Jika anda mengatakan bahwa pembentukan pulau baru hanya dengan cara buatan yaitu reklamasi maka anda salah. Tanaman mangrove juga bisa dikatakan mampu untuk membuat pulau sendiri. Tapi bukan pulau seperti yang anda bayangkan dengan kurun waktu singkat.

Prosesnya sendiri terbilang cukup panjang, sejatinya terbentuknya pulau bukanlah tujuan utama kenapa kita perlu menjaganya. Akar mangrove adalah penyaring alami untuk zat kimia yang berada dilautan, zat kimia seperti apa? Tentu zat kimia yang terbuang disengaja ataupun tidak oleh manusia. Anda mempunyai kemampuan untuk sekedar mencari berita tentang banyaknya tumpahan minyak yang terjadi di laut lepas dan berakhir pada pencemaran dalam skala besar di internet. Nah disinilah keuntungan Daerah pesisir memiliki mangrove. Seperti halnya pembahasan pertama dan kedua, mangrove mampu menetralisir kerusakan yang di timbulkan oleh pencemaran tersebut.

Yang berujung pada terjaga ekosistem terumbu karang, air, sampai habitat fauna itu sendiri. Sedangkan untuk terbentuknya pulau sendiri terjadi karena biji tanaman mangrove atau vivipar akan terbawa arus yang nantinya akan tumbuh dan membuat ekosistem mangrove yang baru. Endapan lumpur atau tanah yang berada di laut pesisir akan mengendap pada akar dan disanalah proses pembentukan pulau terjadi. Meskipun proses ini terbilang lama tapi seperti yang dikatakan di atas tadi. Pembentukan pulau adalah Bonus sedangkan hal utamanya adalah terjaganya ekosistem kawasan itu sendiri.

Baca semua : Tips dan Opini Undukan Garden

Menjaga kelestarian Kawasan Mangrove

Setelah membaca di atas tentu kita mulai memikirkan tentang pentingnya mangrove untuk keberlangsungan hidup kita bukan? Tentu kita memiliki peluang untuk ikut melestarikannya sekalipun itu dengan cara sederhana. Jika melihat data kerusakan mangrove pada 2017 lalu tentu mungkin saat ini keadaan bisa jauh lebih memburuk maka dari itu kita bisa melakukan hal sederhana ini untuk ikut membuat kawasan mangrove kembali membaik.

1. Melakukan penanaman ulang

Hal yang paling berhasil dan lumrah untuk dilakukan adalah penanam ulang pada kawasan mangrove yang sudah rusak parah. Bukan pada kawasan itu saja tapi bisa di lakukan pada kawasan yang memiliki tingkat abrasi tinggi. Ini perlu sebagai prioritas utama mengingat bagaimanapun juga kawasan tersebut berdampak parah dan mempengaruhi sektor kawasan hunian manusia di pesisir tersebut.

2. Melakukan perluasan kawasan hutan mangrove

Perluasan memang sangat penting jika kita sudah melakukan Penanaman ulang. Meskipun pada dasarnya tanpa campur tangan manusia pun tumbuh-tumbuhan mampu membuat ekosistem yang lebih luas hanya saja tentu ada kerusakan alami maupun ulah manusia yang bilamana setelah penanaman ulang hendaknya bersifat memperluas. Ini akan mempengaruhi kemungkinan hidup dan terjaganya ekosistem mangrove lebih lama.

3. Penyuluhan tentang ekosistem mangrove

Hal yang terakhir dan paling penting dilakukan adalah penyuluhan tentang pentingnya kawasan mnagrove. Warga daerah pesisir pantas menjadi prioritas penyuluhan, bukan penyuluhan saja. Karena ia juga yang mampu secara besar menjaga dan tetap melestarikan mangrove. Bukan tanpa alasan, notabene sendiri mangrove memang mendiami daerah pesisir sampai ke hulu dan itu pun terkadang hidup bersama kawasan pemukiman warga. Maka dari itu, warga nelayan lah yang secara garis besar harus sadar tentang pentingnya mangrove, toh mangrove juga mampu menciptakan ekosistem fauna dan biota laut yang lebih terjaga dan lestari.

 

Itu adalah gambaran secara umum tentang bagaimana fungsi mangrove dan bagaimana kita harus menjaganya. Lalu bagaimana keadaan hutan mangrove saat ini? Di kutip dari situs Mongabay.co.id

  • Suhu bumi dalam lima abad terakhir, naik secara signifikan hingga mencapai 1,5 derajat celsius pada pada 2018 berdasarkan catatan IPCC. Kenaikan itu di antaranya dipicu pembangunan yang masif namun negatif dengan cara ekstraktif dan eksploitatif
  • Kenaikan suhu bumi yang signifikan, berimbas pada kondisi ekologi di wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Di sana, praktik pembangunan yang serba cepat, mengancam keberlanjutan ekologis dan sekaligus sosio ekonomi masyarakat pesisir
  • Di antara kondisi ekologi yang terancam, adalah hutan bakau yang ada di kawasan pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil sepanjang 95 ribu kilometer. Ancaman tersebut menjadi ironi, karena hutan bakau masih memegang peranan penting untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat di pesisir. Saat ini, terdapat 6.829 desa pesisir yang menggantungkan perekonomiannya pada pemanfaatan hutan bakau.
  • Namun, hutan bakau diketahui terus mengalami deforestasi. Hingga 2018, tercatat sudah ada hutan bakau seluas 4,4 juta hektare yang mengalami deforestasi. Angka tersebut, meningkat dari 2017 yang luasannya baru mencapai 3,7 juta ha.

Itu adalah gambaran tentang keadaan pada 2018. Kurang lebih 2 tahun lalu. Dan tentu kita punya keraguan besar apakah tahun ini ada peningkatan tentang pertumbuhan atau kerusakan? Itu akan menjadi pertanyaan besar ketika dari diri kita masing-masing telah berpikir bahwa hal sederhana seperti menjaga alam bukan hanya perkara sederhana, itu akan sedikit menguras keringat kita tapi jika kita adalah bagian orang-orang yang ikut peduli secara penuh akan keberlangsungan alam juga semesta tidak perlu takut untuk sedikit berbangga diri karena ikut menjaga warisan paling agung karya Tuhan. Ialah semesta beserta ciptaan alamnya yang indah.

Akhir tulisan ini kita akan berdiam diri kembali, gunakan waktu itu untuk berpikir lebih dalam lagi, kita bagian manusia yang menjaga atau merusak? Tanyakan pertanyaan sederhana itu ke hati kecil kita. Terimakasih dan sampai jumpa kembali.

 

Kontributor | Adi Candra